Running teks ini berisi tentang nasehat, petuah, kata mutiara, doa, hadist, cuplikan buku/kitab, motto, dll yang sifatnya ringan dan memotivasi diri.

"Sekali-kali tidak akan kamu capai kebaikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian dari apa yang kamu cintai" (Ali Imran:93). | kutipan buku Bai'at hal 89

Press Release : Pemimpin Jemaah Ahmadiyah Internasional Menyampaikan pidato sesi akhir pada Jalsah Salanah ke-64 di Amerika Serikat


4 Juli 2012
Press Release
Pemimpin Jemaah Ahmadiyah Internasional Menyampaikan pidato sesi akhir pada Jalsah Salanah ke-64 di Amerika Serikat
Pidato penutupan disampaikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Jalsah Salanah ke-64 yang dilangsungkan di Amerika, yang dimulai pada 1 Juli 2012, dengan pidato yang sangat menggugah dari pimpinan Jemaah Ahmadiyah Internasional, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah ke-5 Jemaah Muslim Ahmadiyah. Jalsah Salanah ke-64 ini diselenggarakan di gedung “Expo Centre”, di kota Harrisburg, Pennsylvania, serta dihadiri lebih dari 11.400 orang dari seluruh wilayah Amerika Serikat serta banyak negara dari berbagai belahan dunia. Acara ini juga disiarkan secara live oleh MTA Internasional.
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, yang telah melakukan perjalanan dari London, untuk menghadiri Jalsah, menyampaikan pidato mengenai berbagai macam persoalan penting dalam tiap sesi Jalsah. Suasana haru yang luar biasa yang menyelimuti suasana Jalsah, atas kehadiran Yang Mulia Khalifah yang diyakini oleh para Muslim Ahmadi, bahwa beliau secara istimewa dipilih oleh Allah SWT.
Hudzur memulai pidato beliau dengan membahas mengenai seorang nabi palsu, John Alexander Dowie, yang pada lebih dari seabad lalu berakhir dalam kehinaan setelah ia mengacuhkan peringatan-peringatan yang telah diberikan pendiri Jemaah Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, untuk menjauhkan diri dari menyerang dan menjelekkan Yang Mulia Rasulullah Muhammad SAW.
Membahas mengenai kehinaan yang ditimpakan kepada Dowie, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad berkata:
“Seluruh kehidupan Dowie hancur. Ia menderita lumpuh. Istrinya meninggalkannya. Anak-anaknya meninggal sebelum mereka sempat menikah. Dan hingga hari ini kita tidak menemukan satupun keturunan dari Dowie dimanapun di dunia ini”.
Dan pada kebalikannya Hudhur mengingatkan akan warisan yang ditinggalkan oleh Yang Mulia Imam Mahdi as:
“Mari kita melihat, dengan betapa kemenangan dan kehebatan, Allah telah memenuhi janji-Nya untuk abdi sejati dari sang Nabi Suci Muhammad SAW, tentang terus berkembangnya seluruh keturunan secara spiritual dan fisik dari beliau. Sesungguhnya, kehadiran anda semua disini pada hari ini merupakan bukti yang sangat jelas bahwa Al Masih Yang Dijanjikan adalah, sangat benar dalam klaim beliau... bahwasanya kejadian ini, yang dahulu terjadi di sini, memaksa surat kabar terpercaya Amerika Serikat untuk mengakui dan menyatakan bahwa: “Mirza Ghulam Ahmad begitu Hebat – Sang Messiah meramalkan akhir menyedihkan dari Dowie.”
Hadhrat Mirza Masroor Ahmad juga dalam pidato beliau menyampaikan mengenai bahaya konsumerisme dan meterialisme. Beliau berkata bahwa kondisi krisis finansial global menyorot sifat dangkal dari kekayaan material.
Beliau menyampaikan bahwa penting untuk menyadari bahwa kekayaan samasekali tidak dapat menunjukkan segala bentuk superioritas, karena di dalam Al Quran telah jelas disampaikan bahwa yang terbaik diantara umat manusia adalah mereka yang benar-benar beriman.
Hudhur berkata:
“Kekayaan materiil, status duniawi, memiliki rumah yang besar atau mobil yang mahal, tidak membuat derajat manusia tinggi di mata Allah... setiap manusia tidak boleh merasa bangga akan keduniawian nya dan pendapatan materiilnya, dan tidak boleh ada pikiran bahwa ia pantas mendapatkan rasa penghargaan yang lebih dari mereka yang memiliki status duniawi lebih rendah. Kita telah menyaksikan hasil dari krisis finansial yang menimpa dunia dalam beberapa tahun ini. Banyak orang yang kelihatannya luarbiasa kaya terpaksa jatuh dalam kehidupan yang sulit serta kebangkrutan.”
Hudhur berbicara mengenai lilitan level hutang serta kredit yang merupakan tanda dari masyarakat kapitalis, Beliau berkata:
“Seseorang dapat saja mengklaim sebagai pemilik dari berbagai macam harta kepemilikan, namun secara umum didapat melalui kartu kredit serta hutang bank. Demikian mereka sebenarnya telah menyerahkan hidupnya dalam keadaan hidup berhutang.”
Sang Khalifah menyimpulkan pidato beliau dengan subuah pesan yang menginspirasi, bagi seluruh Muslim Ahmadi diseluruh dunia. Beliau menyatakan bahwa mereka harus membuktikan diri untuk menjadi contoh positif bagi seluruh masyarakat dunia, dengan mengikuti ajaran yang asli dan sebenarnya akan kedamaian Islam.
Hudhur berkata:
“Wahai kalian, yang mengaku telah mengambil ikrar pada Al Masih Akhir Zaman, yang menjadi mereka yang sang Imam Mahdi as gambarkan sebagai dahan yang lezat dan selalu hijau pada pohon miliknya yang penuh berkah. Buktikan pernyataan yang sebenarnya dari sang Imam Mahdi as, bahwa kalian adalah komunitas yang benar. Buktikan pada dunia bahwa kamu sekalian akan menjadikan kekayaan dan kesuksesan duniawi sebagai budakmu dan sekedar pengikutmu, daripada menjadikan dirimu sebagai budak dari kekayaan duniawi.”
-
Diterjemahkan oleh : Irfan S. Ardiatama dari teks asli : http://www.alislam.org/egazette/press-release/world-leader-addresses-final-session-of-ahmadiyya-muslim-jamaats-64th-annual-convention-in-usa/